Silaturahim dan Parenting Walisantri AMBS Pemalang

Pemalang — AMBS Pemalang menggelar kegiatan Silaturahim dan Parenting Walisantri yang menghadirkan narasumber Ustadz Bangun Budi Utomo, S.Pd., M.Pd. dengan mengangkat tema “Pesantren yang Ramah, Mencegah Bullying dan Membangun Karakter.” Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dihadiri para walisantri yang berkomitmen mendukung pendidikan putra-putrinya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Bangun Budi Utomo menekankan bahwa kebiasaan dan lingkungan keluarga membentuk karakter anak sejak dini. Menurut beliau, pendidikan karakter tidak hanya dibangun di lingkungan pesantren, tetapi berakar kuat dari rumah.

“Kebiasaan dan lingkungan keluarga membentuk karakter dari anak. Dukungan orang tua kepada anak adalah oksigen bagi anak, baik dukungan emosional maupun dukungan lainnya,” ungkap beliau.

Ia menjelaskan bahwa dukungan orang tua — berupa perhatian, doa, komunikasi yang hangat, hingga kepercayaan — menjadi energi utama bagi tumbuhnya rasa percaya diri dan ketahanan mental anak. Dalam konteks pencegahan bullying, peran keluarga sangat penting untuk menanamkan empati, adab, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bijak.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa di pesantren terdapat tiga pilar utama yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, yaitu santri, ustadz, dan walisantri. Ketiganya harus bersinergi agar tercipta lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan kondusif. Kolaborasi yang baik akan melahirkan generasi berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Mudir AMBS Pemalang, Ustadz Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmen lembaga dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“AMBS bukan kampus biasa, akan tetapi kampus yang luar biasa dan akan menuju hal yang luar biasa,” tegas beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa AMBS Pemalang terus berupaya menciptakan budaya pesantren yang ramah, menjunjung tinggi nilai ukhuwah, serta zero tolerance terhadap segala bentuk bullying. Pendidikan di AMBS tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Kegiatan silaturahim dan parenting ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pihak pesantren dan walisantri, sehingga tercipta kesamaan visi dalam mendidik generasi yang berilmu, beradab, dan berkarakter kuat. Dengan sinergi yang kokoh antara keluarga dan pesantren, AMBS Pemalang optimis mampu melahirkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

Berita Lainnya