Semangat Menggapai Khatam di Awal Ramadan: Santri AMBS Pemalang Ikuti Karantina Al-Qur’an 5 Hari Penuh Makna
Pemalang – Mengisi libur awal Ramadan 1447 H dengan kegiatan penuh keberkahan, santri dan santriwati AMBS Pemalang mengikuti karantina Al-Qur’an selama lima hari, mulai Rabu (18/2/2026) hingga Ahad (22/2/2026). Program ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus menargetkan khatam minimal satu kali selama masa karantina.
Kegiatan karantina dilaksanakan terpisah antara putra dan putri. Santri putra bertempat di masjid lingkungan AMBS Pemalang, sementara santriwati menjalani karantina di auditorium kampus. Sejak pagi hingga malam hari, para peserta mengisi waktu dengan tilawah intensif, murojaah, serta setoran bacaan yang dipantau oleh para musyrif dan musyrifah.
Selain fokus pada tilawah, kegiatan karantina juga diisi dengan kajian Subuh yang disampaikan langsung oleh pengasuh AMBS Pemalang. Materi kajian menitikberatkan pada adab membaca Al-Qur’an, keutamaan Ramadan, serta motivasi menjaga konsistensi ibadah.
Menjelang waktu iftor (berbuka puasa), para santri dan santriwati mengikuti kultum yang kembali diisi oleh pengasuh pondok. Suasana menjelang berbuka terasa khidmat dan penuh refleksi, menjadi momen muhasabah sebelum mengakhiri puasa hari itu.
Tak hanya itu, kebersamaan juga terjalin melalui pelaksanaan sholat Dhuha berjamaah setiap pagi. Dengan penuh kekhusyukan, para santri memulai hari dengan ibadah sunnah tersebut sebelum melanjutkan rangkaian tilawah, selain itu juga santri/santriwati mengisi kesehariannya dengan senam bersama dan bersih bersih lingkungan.
Program karantina Al-Qur’an ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan suci Ramadan. Dengan target minimal satu kali khatam selama lima hari, para santri menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam mengisi waktu libur dengan kegiatan yang produktif dan bernilai ibadah.
Melalui kegiatan ini, AMBS Pemalang menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas dan akhlak. Ramadan 1447 H pun diawali dengan lantunan ayat-ayat suci yang menggema, membawa harapan lahirnya pribadi-pribadi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.
